Kepala BNPT Sesalkan Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas polisi bersenjata berjaga di lokasi dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3). Foto: Stringer/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Petugas polisi bersenjata berjaga di lokasi dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3). Foto: Stringer/REUTERS

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar menyesalkan terjadinya bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Bom meledak pada Minggu (28/3) pukul 10.30 WIB.

"Pertama kita sangat menyesalkan peristiwa aksis teror pagi ini yang terjadi depan Gereja Katedral. Kedua kita bersama aparat penegak hukum dalam hal ini Polri tentu harus segera lakukan langkah pertama adalah penyelidikan dan pertolongan terhadap korban," kata Boy dikutip dari siaran KompasTV.

Sejauh ini polisi belum mengetahui identitas pelaku bom bunuh diri ini. Boy meyakinkan aparat akan melakukan identifikasi untuk menelusuri siapa pelaku dari aksi teror itu.

"Penyelidikan untuk melakukan langkah identifikasi terhadap yang diduga pelaku bunuh diri tersebut. Kemudian kita perlu langkah olah TKP untuk dapat informasi awal yang akan kita gunakan untuk penyelidikan lebih lanjut," kata Boy.

Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar saat membuka acara Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) FKPT Ke-VIII Tahun 2021 dengan tema Kolaborasi untuk Indonesia di Labuan Bajo, NTT, Selasa (2/3). Foto: BNPT

Terkait aksi teror yang dikaitkan dengan penangkapan teroris beberapa waktu lalu, Boy hanya mengatakan upaya itu dilakukan sebagai pencegahan. Semua berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2018.

"Langkah-langkah penangkapan yang dilakukan dalam upaya pencegahan. Karena banyak di antara mereka ditangkap pada masa perencanaan aksi teror. Jadi kita tentu apresiasi dengan langkah itu," kata Boy.

"Hal-hal yang terjadi hari ini tentu bagian dari upaya kerja keras kita untuk setop aksi radikal terorisme. Yang memang dalam masyarakat kita terdapat sel-sel terorisme yang selama ini sudah berjalan terus secara intensif kita lakukan langkah-langkah dalam bidang pencegahan maupun langkah-langkah penegakan hukumnya," tambah Boy.

embed from external kumparan

Terkait jaringan terorisme di Makassar, Boy mengatakan kepolisian telah memiliki data jaringan terorisme seperti Jamaah Ansharut Daulah maupun jaringan lainnya. Boy memastikan aparat terus menyusuri jaringan-jaringan itu untuk melakukan pencegahan aksi teror.

"Jadi beberapa tempat memang bersama aparat penegak hukum Polri terus lakukan penelusuran keberadaan sel-sel jaringan teroris yang kalau kita lihat memang ada," kata Boy.

"Di samping itu kita kerja keras kepada semua pihak bersama dengan unsur Pemda, pemuka agama agar pemikiran radikal intoleransi yang mengarah aksi teror ini dapat kita hindari," tambah Boy.