News
·
25 Juli 2020 15:13

Polisi soal Dugaan Yodi Prabowo Depresi: Tanda-tandanya Tak Bisa Digeneralisir

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Polisi soal Dugaan Yodi Prabowo Depresi: Tanda-tandanya Tak Bisa Digeneralisir (320966)
Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat (kanan) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan saat menggelar rilis kasus pembunuhan Editor Metro TV di Polda Metro Jaya. Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir
Yodi Prabowo diduga mengalami depresi hingga nekat bunuh diri dengan menusukkan pisau ke dada dan lehernya. Polisi memang tidak menjelaskan secara rinci faktor apa yang membuat editor MetroTV itu mengalami depresi.
ADVERTISEMENT
Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade mengatakan, semua yang disampaikan polisi berdasarkan keterangan ahli. Faktor penyebab seseorang mengalami depresi juga tidak bisa disamakan dengan orang lainnya.
"Kenapa orang mau bunuh diri? orang mau bunuh diri itu ada pintu gerbangnya yaitu depresi. Depresi seseorang tidak bisa dianggap sama. Mungkin buat si A, satu peristiwa tidak jadi masalah buat dirinya, tapi tidak demikian dengan orang lain. Artinya itu sangat unik dan personal," kata Tubagus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7).
Polisi soal Dugaan Yodi Prabowo Depresi: Tanda-tandanya Tak Bisa Digeneralisir (320967)
Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan saat menggelar rilis kasus pembunuhan Editor Metro TV, di Polda Metro Jaya. Foto: ANTARA FOTO-Reno Esnir
Tubagus mencontohkan seorang anak kecil bisa saja nekat bunuh diri karena masalah uang jajan yang dinilai sepele oleh orang lain. Begitupun yang terjadi dalam kasus Yodi.
"Apakah masalah begitu saja bisa menyebabkan bunuh diri atau tidak? banyak kita temui anak kecil yang cuma ga dikasih uang dia bunuh diri. Artinya tidak bisa digenaralisasikan," kata Tubagus.
ADVERTISEMENT

Orang Tua Yodi Prabowo Tak Percaya Anaknya Bunuh Diri dan Depresi

Terpisah, ayah korban, Suwandi, mengungkapkan tidak menerima dengan hasil penyelidikan polisi yang menyatakan anaknya tewas diduga kuat bunuh diri. Terlebih lagi motifnya ialah depresi.
Menurutnya, tingkah laku Yodi tidak menunjukkan seperti mengalami depresi. Hal itu terlihat dari interaksi korban dan keluarga yang menurutnya normal.
"Tadi dikatakan bahwa anak saya depresi. Oke lah dari hasil labfor dari hasil rumah sakit RSCM seperti yang diketahui itu. Tapi di hari-harinya itu dia tidak menampakkan depresi, bahkan dia masih bekerja, masih mau mengantar ibunya ke tempat urut yang bagus karena anak saya yang kecil tidak bisa jalan," jelas Suwandi.
***
Saksikan video menarik di bawah ini:
ADVERTISEMENT