Survei Indikator: Masyarakat Puas Mudik 2022; Setuju Pandemi Jadi Endemi
·waktu baca 3 menit

Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei nasional yang dilakukan pada 5-10 Mei 2022. Survei ini bertajuk Drama Minyak Goreng dan Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Presiden.
Dalam survei ini Indikator Politik Indonesia menggunakan metode random digit dialing dalam pemilihan sampel. Dengan teknik tersebut terpilih sampel sebanyak 1.228 responden melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening.
Margin of error survei diperkirakan ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simpel random sampling.
Berikut sejumlah hasil survei tersebut:
Mayoritas Masyarakat Puas dengan Penyelenggaraan Mudik 2022
Mayoritas responden merasa puas dengan kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan dan penanganan arus mudik. Hasil survei menunjukkan sebanyak 12,6% merasa sangat puas. Kemudian 61,2% merasa cukup puas.
Sedangkan mereka yang kurang puas sebanyak 6,8% dan tidak puas sama sekali 1,1%. Sisanya ada 18,3% yang tidak menjawab.
Mereka yang merasa puas sebagian besar karena bisa berlebaran di kampung halaman. Sementara yang tidak puas sebagian besar karena merasa masih ada kemacetan di mana-mana selama arus mudik.
Tren Kepuasan kepada Presiden Turun, Sembako Mahal Jadi Pemicu
Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi terus menurun seiring dengan kondisi ekonomi yang sedang terganggu.
"Hari ini, yang mengatakan sangat puas 8 persen, cukup puas 50,1 persen, total 58,1 persen. Lalu yang kurang puas 29,1 persen, tidak puas sama sekali 6,1 persen, total 35,1 persen," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi, dalam paparan virtual, Minggu (15/5).
Burhan menjelaskan, tingkat kepuasan terhadap Jokowi yang turun ini sejalan dengan grafik data inflasi bulanan yang dirilis oleh Bank Indonesia. Bahkan, angka kepuasan terhadap Jokowi hari ini adalah yang terendah sejak enam tahun terakhir.
69% Masyarakat Setuju Pandemi COVID-19 Jadi Endemi
Dalam survei tersebut juga ditanyakan terkait pandemi COVID-19. Sebanyak 69% masyarakat setuju status pandemi COVID-19 berubah menjadi endemi.
Hasil survei menyebutkan bahwa 55,3 persen masyarakat setuju, 13,7 persen sangat setuju, dan 8,5 persen masyarakat kurang atau tidak setuju.
Sebelum hasil tersebut diperoleh, masyarakat ditanya alasan paling utama setuju atau tidak setuju status pandemi diturunkan menjadi endemi.
Sebanyak 26,8 persen masyarakat menjawab setuju jika pandemi menjadi endemi. Kemudian ada yang menjawab sebagian besar warga sudah 2 kali vaksin 19,9 persen, perekonomian kembali berputar 19,6 persen, seperti flu biasa 8,4 persen, sudah mendapatkan booster 7,6 persen, dan warga jangan ditakut-takuti lagi 5 persen.
Masyarakat Yakin Kejagung Bisa Tuntaskan Korupsi Minyak Goreng
Dalam survei juga responden juga ditanya soal kasus korupsi minyak goreng. Hasilnya sebagian besar percaya Kejaksaan Agung mampu menuntaskan kasus tersebut.
Tingkat kepercayaan publik terhadap penuntasan kasus tersebut meningkat dibanding pada April 2022.
Pada April 2022 sebanyak 9,4% sangat yakin dan 52,1% cukup yakin. Sedangkan pada Mei 2022 sebanyak 9,6% sangat yakin dan 59,1% cukup yakin.
66% Masyarakat Tak Tahu RI Tuan Rumah G20, 38% Setuju Rusia Diundang
Hasil survei menunjukkan, ternyata hanya sekitar 34 persen masyarakat yang tahu bahwa Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi G20, sedangkan sisanya sebanyak 66 persen tidak tahu.
Penyelenggaraan Presidensi G20 akan dilaksanakan pada November 2022.
“Sekitar 34% tahu bahwa tahun 2022 ini Indonesia merupakan Presidensi G20,” ucap Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi, Minggu (15/5).
Lebih lanjut, Burhanudin memaparkan sebanyak 38,7 persen masyarakat setuju jika Indonesia tetap mengundang Rusia dalam KTT G20 November 2022 mendatang, sedangkan sebanyak 6,2 persen yang sangat setuju.
