Kumparan Logo
kumparanNEWS
verified-green
17 Sep 2026 21:10 WIB
Kemlu Dorong Deeskalasi Konflik Houthi-Saudi
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI merespons ketegangan kelompok milisi Houthi di Yaman dengan Arab Saudi dengan mendorong deeskalasi dan penyelesaian konflik secara damai.
Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengatakan kondisi WNI di Yaman dan Arab Saudi sejauh ini masih terkendali.
“Memang ini isu yang kita lihat bahwa pada dasarnya kita mengharapkan situasi di Timur Tengah ini bisa diselesaikan secara damai. Kita mendorong adanya deeskalasi konflik,” ujar Nabyl dalam press briefing di kantor Kemlu RI, Jakarta, Kamis (17/9).
Nabyl mengatakan Kemlu terus memantau kondisi WNI melalui KBRI Muscat, KBRI Riyadh, dan KJRI Jeddah. KBRI Muscat memiliki wilayah kerja yang mencakup Yaman.
“Di kawasan Yaman ada wilayah yang rawan dan di wilayah Saudi masih terkendali. Dan dalam beberapa waktu terakhir memang otoritas Arab Saudi telah melakukan berbagai peringatan terhadap ancaman-ancaman yang mungkin terjadi di sana,” katanya.
Saat ini terdapat 74 WNI di Yaman yang seluruhnya merupakan pelajar. Jumlah tersebut berkurang dari 77 orang setelah tiga pelajar berhasil keluar dari Yaman.
“Total ada 77 pelajar Indonesia, tapi 3 sudah bisa keluar, jadi tersisa 74 orang yang ada di sana,” ungkap Nabyl dalam doorstop.
Untuk para pelajar yang berada di wilayah Mocha, KBRI Muscat telah menyampaikan informasi keberadaan mereka kepada Kementerian Luar Negeri Yaman. Hal itu dilakukan untuk mengupayakan bantuan dan fasilitasi apabila ada hal yang perlu ditindaklanjuti terkait keselamatan mereka.
Kemlu menyebut sejauh ini belum diperlukan langkah kontingensi. Pemerintah tetap berkomunikasi dengan otoritas setempat dan melakukan outreach kepada WNI untuk memantau perkembangan situasi.
WNI di kawasan juga diimbau memperhatikan arahan pemerintah setempat dan menghubungi hotline perwakilan RI apabila menghadapi kondisi darurat.

0 Komentar

Belum ada komentar