Kabar Jogja-Jateng: Pedagang Pasar Jalani Rapid Test hingga THR Belum Dibayar

Pemerintah daerah dan juga dinas kesehatan kini telah mengadakan rapid test untuk mendeteksi penularan virus corona. Tak hanya untuk petugas medis saja maupun orang yang terjun dalam penanganan COVID-19, saat ini wsrga yang beraktivitas di tempat belanja pun juga mengikuti rapid test.
Berikut ini adalah rangkuman berita sehari lalu untuk menemani pagi Anda.
1. 500 Pedagang Pasar dan Pegawai Swalayan di Kulon Progo Jalani Rapid Test
Dinas Kesehatan Kulon Progo melaksanakan rapid test kepada masyarakat yang harus beraktivitas di tengah pandemi COVID-19. Mereka adalah masyarakat yang beresiko bertemu dengan orang lain dalam jumlah yang cukup banyak.
Kali ini, Dinas Kesehatan Kulon Progo melakukan rapid test kepada pedagang pasar tradisional dan pegawai toko swalayan. Kedua kelompok ini memang rentan karena wilayah kerja mereka rawan kerumunan dan datang dari berbagai kalangan. Mereka menyambut kegiatan itu untuk memastikan kondisi kesehatannya.
“Acaranya dua hari sama besok. Ini kami lakukan untuk memotong rantai penyebaran COVID-19,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami, Selasa (19/5/2020).
2. Cerita Tenaga Medis di RSUD Temanggung yang Tetap Bekerja di Tengah Wabah Corona
Sudah hampir 3 bulan lamanya perawat di Temanggung merawat pasien-pasien COVID-19. Di RSUD Temanggung membuat sebuah terobosan dalam menangani para pasien COVID-19, agar tidak terlalu jenuh kalau harus di dalam kamar isolasi terus. Upaya maksimal ini dilakukan oleh para dokter, perawat, yang dibantu semua elemen di rumah sakit, termasuk dari farmasi, cleaning servis, hingga satpam. Perjuangan mereka hanya dengan satu tujuan, yakni untuk kesembuhan pasien corona.
"Sudah berjalan hampir 3 bulan ini kami merawat pasien-pasien COVID-19 di Kabupaten Temanggung, alhamdulillah selama perjalanan ini kita tetap diberi semangat, tetap sehat optimis pasien-pasien ini akan sembuh dan Temanggung bebas corona. Kalau rasa takut pasti ada manusiawi, wajar kalau takut karena kita juga manusia. Tapi terus update ilmu bagaimana menangani pasien dengan aman, harapannya pasien sehat, petugasnya juga selamat," katanya, Senin (18/5/2020).
3. Sejumlah Perusahaan di Bantul dan Gunungkidul Belum Bayarkan THR
Setidaknya ada 10 perusahaan yang berada di Kabupaten Bantul belum membayarkan tunjangan hari raya (THR) mereka. Masa pandemi COVID-19 memang membuat roda perusahaan tidak berjalan normal. Sehingga kemampuan membayar THR untuk karyawannya juga mengalami penurunan.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul, Isti Widiastuti, menuturkan sampai saat ini memang masih ada perusahaan yang belum membayar THR mereka. Perusahaan-perusahaan yang bergerak di berbagai bidang ini mengaku belum membayarkan THR untuk karyawannnya karena terdampak COVID-19.
"Kita terus melakukan pantauan terhadap pembayaran hak kepada karyawan ini," tutur Isti, Selasa (19/5/2020) ketika dikonfirmasi.
4. Mendekati Lebaran, Rombongan Pemudik Datang ke Gunungkidul dengan Travel
Mendekati lebaran arus pemudik yang masuk ke Kabupaten Gunungkidul tak terbendung. Meskipun di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, namun ternyata masih ada saja warga Gunungkidul yang mudik. Alasannya, karena ingin merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman.
Jumlah pemudik yang berdatangan terus bertambah hampir di seluruh wilayah Gunungkidul. Tak sedikit dari para pemudik yang datang ke wilayah Gunungkidul dengan cara rombongan dengan mobil travel, yang dinilai lebih nyaman dan lebih murah.
5. 30 Tenaga Medis di Gunungkidul yang Reaktif Corona Akan Diisolasi
30 orang tenaga medis di wilayah Gunungkidul dinyatakan reaktif dalam rapid test COVID-19 massal beberapa hari yang lalu. Saat ini mereka menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing dan tetap dalam kondisi baik. Mereka sebagian besar memang berasal dari tenaga medis di puskesmas-puskesmas.
Hanya saja, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawati mengatakan, pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana akan melakukan karantina atau isolasi bagi tenaga medis yang dinyatakan reaktif dalam rapid test tersebut di wisma Wanagama. Mereka akan bersama-sama dengan warga yang lain dalam karantina di Wisma Wanagama tersebut.
