Rebusan Daun Salam untuk Kolesterol, Poltekkes Kaltim Berdayakan Kader

Saya seorang pengajar di poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari arifin hidayat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Samarinda — Rebusan daun salam untuk kolesterol menjadi salah satu materi utama dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur di Kelurahan Sempaja Timur, Samarinda, Kamis, 11 Juni 2026.
Kegiatan bertema “Pemberdayaan Kader dan Pendampingan Keluarga tentang Pemberian Minuman Sehat Berbasis Tanaman Obat Tradisional untuk Menurunkan Kolesterol Total pada Penderita Hiperkolesterolemia di Kelurahan Sempaja Timur” tersebut diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas kader kesehatan dan keluarga penderita hiperkolesterolemia.
Kegiatan turut dihadiri oleh Kepala Puskesmas Bengkuring, H. Subagia, SST, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat diketuai oleh Ns. Arifin Hidayat, SST., M.Kes, dengan anggota Ns. Arsyawina, SST., M.Kes; Ns. Badar, SST., M.Kes; Ahmad Purnawarman, S.Farm., Apt., M.Apt.; serta mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur.
Mahasiswa turut terlibat dalam membantu pelaksanaan edukasi, mendampingi peserta selama praktik, menyiapkan alat dan bahan demonstrasi, serta mendokumentasikan kegiatan. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa dalam menerapkan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat secara langsung.
Peserta memperoleh edukasi mengenai hiperkolesterolemia, faktor yang dapat meningkatkan kadar kolesterol, risiko penyakit jantung dan stroke, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kolesterol secara berkala.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pola hidup sehat, seperti membatasi makanan tinggi lemak jenuh, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, melakukan aktivitas fisik secara teratur, menjaga berat badan, dan mengikuti pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Edukasi Rebusan Daun Salam untuk Kolesterol
Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah pemanfaatan rebusan daun salam untuk kolesterol sebagai minuman sehat berbasis tanaman obat tradisional. Peserta tidak hanya menerima penjelasan secara teori, tetapi juga mengikuti demonstrasi cara memilih, mencuci, merebus, menyaring, dan menyajikan daun salam dengan benar.
Dalam demonstrasi tersebut, peserta diperkenalkan pada penggunaan 10 lembar daun salam kering berukuran besar yang telah dicuci menggunakan air mengalir. Daun kemudian direbus dengan 300 mililiter air hingga volumenya berkurang menjadi sekitar 150 mililiter.
Setelah air rebusan berubah menjadi kekuningan, rebusan disaring dan diukur kembali untuk memastikan volumenya. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai cara penyimpanan, jadwal konsumsi, dan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum rebusan diberikan kepada penderita hiperkolesterolemia.
Ketua tim pengabdian, Ns. Arifin Hidayat, SST., M.Kes, menjelaskan bahwa pengendalian kolesterol tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga memerlukan perubahan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
“Kader dan keluarga memiliki peran penting dalam mendampingi penderita hiperkolesterolemia. Dukungan tersebut dapat dimulai dari membantu menyiapkan makanan sehat, mengingatkan jadwal pemeriksaan, mendorong aktivitas fisik, dan memastikan penderita tetap mengikuti anjuran tenaga kesehatan,” ujarnya.
Menurutnya, kader kesehatan merupakan penghubung penting antara masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan. Kader yang telah mendapatkan edukasi diharapkan mampu menyampaikan informasi menggunakan bahasa yang sederhana dan membantu keluarga membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat.
Keluarga Menjadi Pendamping Utama
Keluarga memiliki peran besar dalam mendukung penderita hiperkolesterolemia karena sebagian besar kebiasaan makan dan aktivitas sehari-hari berlangsung di rumah. Pendampingan keluarga dapat membantu penderita lebih konsisten dalam menjalankan pola makan sehat, melakukan aktivitas fisik, serta memeriksakan kadar kolesterol.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan. Beberapa peserta menanyakan cara pengolahan daun salam, waktu konsumsi, pilihan makanan yang perlu dibatasi, serta keamanan penggunaan tanaman obat bagi penderita yang sedang mengonsumsi obat dari dokter.
Diskusi juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk berbagi pengalaman dalam mendampingi anggota keluarga yang memiliki kadar kolesterol tinggi. Dari pembahasan tersebut, peserta memahami bahwa pengendalian kolesterol memerlukan kerja sama antara penderita, keluarga, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan.
Bukan Pengganti Pengobatan Medis
Tim pengabdian menegaskan bahwa rebusan daun salam untuk kolesterol digunakan sebagai minuman pendamping dalam penerapan pola hidup sehat. Rebusan tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan obat maupun terapi yang telah diberikan oleh dokter atau tenaga kesehatan.
Penderita hiperkolesterolemia tetap dianjurkan melakukan pemeriksaan secara berkala, menjalankan pola makan sehat, meningkatkan aktivitas fisik, serta tidak menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Melalui kegiatan ini, kader dan keluarga di Kelurahan Sempaja Timur diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam mendampingi penderita hiperkolesterolemia. Pendampingan yang dilakukan secara teratur diharapkan membantu penderita mempertahankan kebiasaan hidup sehat dan mengurangi risiko komplikasi penyakit kardiovaskular.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur. Kolaborasi antara perguruan tinggi, puskesmas, mahasiswa, kader, dan keluarga diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan penyakit tidak menular di masyarakat.
