Ramai-ramai Kecam Aksi Terorisme di Polsek Astana Anyar
·waktu baca 3 menit

Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengungkap latar belakang Agus Sujatno alias Agus Muslim, pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung. Rupanya, dia tergabung dalam jaringan terorisme Jemaah Ansharut Daulah (JAD) wilayah Bandung, Jawa Barat.
"Pelaku terafiliasi dengan kelompok JAD Bandung atau JAD Jabar," ujar Sigit di Polsek Astana Anyar, Rabu (7/12).
Sigit menjelaskan, Agus pernah ditangkap terkait kasus bom Cicendo dan sempat dipenjara selama 4 tahun di Lapas Nusa Kambangan. Dia bebas pada 2021.
Moeldoko Kecam Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar: Aksi Tak Ada Untungnya
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko mengecam keras tindakan terorisme yang terjadi di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12) pagi.
Ia menegaskan, serangan bom bunuh diri tidak menguntungkan siapa pun dan mencederai nilai kemanusiaan.
“Ini aktivitas yang merugikan. Bayangkan jika pelaku dan korbannya adalah keluarga kita,” kata Moeldoko, Rabu (7/12).
Eks Panglima TNI ini menilai, peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astana Anyar menyadarkan semua pihak bahwa ideologi yang berlandaskan kekerasan tidak bermanfaat, baik untuk perjuangan ideologi maupun bagi kehidupan masyarakat.
Bamsoet: Teror Tak Cukup dengan Penegakan Hukum karena yang Dilawan Ideologi
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengutuk bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astana Anyar, Bandung. Apa pun motifnya, Bamsoet meminta masyarakat tenang.
“Percayakan sepenuhnya kepada Polri untuk menuntaskan peristiwa ini. Tindakan bom bunuh diri tidak dibenarkan dari sudut pandang mana pun, baik dari sudut pandang konstitusi kewarganegaraan maupun dari sudut pandang ajaran berbagai agama yang diakui oleh bangsa Indonesia," kata Bamsoet, Rabu (7/12).
Bamsoet menganggap insiden bom bunuh diri itu menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa upaya mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya melalui tindakan teror yang merugikan banyak pihak.
“Masih belum berhenti dilakukan oleh berbagai pihak. Jika terkait tindakan radikal dan teror, melawannya tidak cukup hanya sekadar dengan melakukan penangkapan dan penegakan dari sisi hukum. Mengingat yang kita lawan bukan orang ataupun kelompok, melainkan ideologi,” ungkap Bamsoet.
Ma'ruf Amin Kutuk Bom Bunuh Diri di Astana Anyar: Cederai Kemanusiaan dan Agama
Wapres Ma'ruf Amin mengutuk keras peristiwa bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, karena telah mencederai kemanusiaan dan agama Islam.
Hal itu diungkapkan oleh jubir Wapres, Masduki Baidlowi, Rabu (7/12).
”Wapres mengutuk keras ya terhadap peristiwa bom bunuh diri itu. Karena ini jelas-jelas mencederai nilai-nilai kemanusiaan, mencederai agama itu sendiri. Islam [mengharamkan] tindakan-tindakan yang tidak berperikemanusiaan. Ini adalah perbuatan yang bertentangan dengan agama,” ujar Masduki saat dihubungi wartawan.
Mahfud Minta Polisi Waspada Usai Bom di Astana Anyar: Sejak 2018 Jarang Terjadi
Menko Polhukam Mahfud MD meninjau Polsek Astana Anyar setelah terjadi bom bunuh diri pada Rabu (7/12) pagi. Ia juga menjenguk korban luka yang dirawat di RS Immanuel Kota Bandung.
"Saya menengok korban yang terluka, yang meninggal sudah dikuburkan, ya kita semua ikut berduka atas peristiwa ini," kata dia kepada wartawan di RS Immanuel.
Mahfud berharap masyarakat dan aparat kepolisian meningkatkan kewaspadaan. Menurut dia, jaringan teroris masih tetap ada meski angka kasusnya terus menurun.
"Saya berharap juga kita semua waspada. Waspada itu satu, aparat—kita punya polisi, Densus, BNPT, dan lain-lain— meningkatkan kewaspadaan," ujar Mahfud.
