Ramai-Ramai Kecam Pengeroyokan Ade Armando: Amnesty hingga FISIP UI
·waktu baca 4 menit

Dosen Universitas Indonesia sekaligus Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS) Ade Armando menjadi korban pengeroyokan saat hadir di demo 11 April di depan gedung DPR RI, Senin (11/4). Ia mengalami luka di bagian kepalanya akibat pengeroyokan tersebut.
Tidak hanya dihajar, Ade juga nyaris ditelanjangi oleh massa non-mahasiswa itu. Celana panjangnya sempat terlepas.
Polda Metro Jaya mengidentifikasi ada 6 pelaku pengeroyokan Ade. Dua di antaranya sudah ditangkap, sementara 4 sisanya masih buron dan diminta untuk segera menyerahkan diri.
Aksi pengeroyokan yang menimpa Ade mendapat kecaman dari berbagai pihak. Mulai dari Amnesty International hingga FISIP UI buka suara.
Amnesty International Minta Polri Usut dan Tindak Pengeroyok Ade Armando
Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid meminta kepolisian mengusut kasus pengeroyokan yang menimpa Ade. Sebab, aksi penganiayaan tidak bisa dibenarkan.
“Kami mendukung aparat untuk mengusut tindak kekerasan yang terjadi, namun di saat yang bersamaan tetap melindungi hak pelajar dan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya secara damai," kata Usman dalam keterangannya, Senin (11/4).
"Amnesty sangat menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut dan meminta aparat untuk mengusut dan menindak pelakunya sesuai prinsip-prinsip peradilan yang adil dan benar," tambah dia.
GP Ansor Desak Polisi Tangkap Penganiaya Ade Armando
Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengecam pengeroyokan yang menimpa Ade Armando. Organisasi yang merupakan bagian dari PBNU itu menyatakan prihatin dan mengutuk aksi anarkis tersebut.
“Penganiayaan kepada Ade Armando ini tindakan brutal sekali. Ansor mengutuk keras. Apa pun alasannya, tindakan kekerasan tidak bisa dibenarkan," ujar Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) Hasan Basri Sagala dalam keterangannya, Senin (11/4).
Ia meminta aparat kepolisian segera menangkap para pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Jangan tunggu lama, polisi harus tangkap pelaku apalagi data rekaman kejadian sudah banyak beredar,” ujar Hasan.
Moeldoko Kecam Pengeroyokan Ade Armando: Cari Pelaku dan Tindak Tegas!
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) TNI Moeldoko menilai, pengeroyokan terhadap Ade Armando merupakan tindakan pengecut.
“Saya mengecam tindakan anarkis para pengeroyok terhadap saudara Ade Armando,” kata Moeldoko kepada wartawan.
Moeldoko meminta aparat keamanan tidak ragu-ragu mengambil tindakan tegas terhadap pelaku yang mengeroyok Dosen UI itu.
“Cari (pelakunya), temukan, dan tindak tegas!” tutur mantan Panglima TNI ini.
Mardani Prihatin Insiden Ade Armando: Tidak Boleh Ada Kekerasan
Politikus PKS Mardani Ali Sera ikut prihatin atas insiden pengeroyokan yang menimpa Ade Armando. Menurutnya, kekerasan tidak boleh dilakukan dengan alasan apa pun. Ia juga menilai persoalan harusnya bisa diselesaikan dengan dialog.
"Menyikapi adanya insiden pemukulan yang terjadi pada demonstrasi 11 April, baik dilakukan kepada mahasiswa maupun pendemo, termasuk kepada Ade Armando, saya turut prihatin. Tidak boleh ada kekerasan pada apa pun juga. Semua mesti diselesaikan dengan dialog," kata Mardani di Twitter, Selasa (12/4).
PBNU Sesalkan Pengeroyokan Ade Armando: Tahan Diri, Hormati Ramadhan
PBNU turut menyesalkan kejadian pengeroyokan Ade Armando.
"Kita menyayangkan kejadian tersebut. Seharusnya tidak boleh melakukan kekerasan sesama manusia tanpa melalui proses hukum yang berlaku," kata Ketua PBNU, Ahmad Fahrur Rozi, kepada kumparan, Selasa (12/4).
Gus Fahrur, sapaannya, menyebut sejak awal PBNU sudah mengimbau agar tidak turun jalan, demi menjaga ketentraman dan ketertiban di bulan Ramadhan.
"Semuanya supaya menahan diri dan menghormati kemuliaan Ramadhan, apalagi bagi muslim yang berpuasa dilarang marah dan bertengkar," tuturnya.
Muhammadiyah soal Ade Armando: Tak Suka Seseorang Tak Boleh Berbuat Kejam
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti turut mengecam aksi kekerasan yang menimpa Ade Armando saat demonstrasi di depan gedung DPR, Senin (11/4). Dia menentang aksi main hakim sendiri.
“Apa pun alasannya, tindakan kekerasan dan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan” ujar Abdul Mu’ti kepada kumparan, Selasa (12/4).
Guru besar bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam itu mengatakan, agama Islam melarang manusia melakukan kekerasan atau menyakiti orang yang tidak bersalah.
“Betapa pun rasa tidak suka, seseorang tidak boleh berbuat kejam kepada orang lain,” kata Mu'ti.
FISIP UI Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Ade Armando
Ade merupakan salah satu Dosen Tetap pada Departemen Komunikasi FISIP UI. Kasus pengeroyokan yang menimpanya pun mendapat perhatian dari FISIP UI.
"Kemaslahatan beliau menjadi perhatian kami. Sungguhpun kehadiran dan pernyataan-pernyataan beliau berada di ranah pribadi yang bersangkutan," kata Dekan FISIP UI Prof Semiarto Aji Purwanto dalam keterangannya.
"Kami selaku Pimpinan FISIP UI mengharapkan perhatian dan upaya penegak hukum untuk menangani kasus pengeroyokan ini dengan sebenar-benarnya," tambah Semiarto.
****
kumparan bagi-bagi starter pack kuliah senilai total Rp 30 juta untuk peserta SNMPTN 2022. Lolos atau nggak, kamu bisa tetap ikutan, lho! Intip mekanismenya di LINK ini.
